Lagi Mikirin Judul

Suatu saat nanti disana kita akan sama-sama menyaksikan segala sesuatu yang kita yakini disini

Menurut penjelasan para mufasir serta para mu’alim (orang yang berilmu agama Islam), ada 3 hukum didunia ini, sebagaimana penjelasan dalam ilmu tauhid, dan itu semua tak bisa lepas dalam kehidupan sehari-hari.

Hukum itu terbagi menjadi 3 bagian:

  • Hukum Adat (kebiasaan)
  • Hukum Aqal (pikiran)
  • Hukum Syara’ (Syari’at Agama)

Tidak ada satu manusia yang hidup didunia ini yang tidak memakai hukum, bahkan sekelompok orang yang menetap dipedalaman ataupun ditempat yang jauh dari kegiatan masyarakat modernpun, pasti memakai hukum, kenapa demikian? karena hukum adalah alat untuk survival (bertahan hidup). Sekolah enggak, kuliah apalagi, tahu apa anda tentang hukum? Bukan hukum itu yang ingin saya tulis disini. Tapi ini semurni-murninya hukum

  • Hukum Adat

Diantara ketiga hukum diatas hukum adat adalah hukum yang paling lemah. Kenapa dikatakan demikian? karena semua orang mempunyai adat ataupun kebiasaan masing-masing, contoh seperti saya hidup dan dilahirkan didataran sunda, ketika saya pindah ketempat yang adatnya berbeda maka saya harus beradaptasi dengan lingkungan tersebut, bahkan sebaliknya.

Makanan itu gunanya untuk menghilangkan lapar, air itu untuk menghilangkan haus, ya secara adat memang seperti itu, jika kita tidak makan, laparlah kita, jika tidak minum, hauslah kita, pernahkah kita membaca ataupun mendengar kisah Ashabul Kahfi? Sekelompok pemuda muslim yang dikejar-kejar oleh tentara kerajaan, lalu mereka tertidur ratusan tahun, tidak makan dan tidak minum tapi mereka tidak merasakan lapar dan haus sekalipun. Itulah hukum adat!

Api itu panas dan secara hukum adat jika api bersentuhan dengan kulit bisa merusak kulit, bahkan besi sekalipun bisa hancur jika dibakar dengan api, lalu kenapa Nabi Ibrahim merasa kedinginan ketika Raja Namrudz membakarnya? Mungkin masih banyak contoh yang lain yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan hukum adat.

Kelemahan hukum adat itu karena cenderung berubah, maka segala sesuatu yang bisa berubah itu adalah lemah

  • Hukum Aqal

Manusia adalah makhluk yang disempurnakan, selain bentuk tubuh dan beberapa indera yang melekat pada tubuh manusia, Allah SWT menanamkan satu komponen yang sangat lembut, ia tersimpan didalam kepala manusia. Patut disyukuri oleh kita sebagai makhluk-Nya atas anugerah yang luar biasa ini, bayangkan jika kita tidak memiliki akal dan pikiran, mungkin kita tidak akan menemukan hakikat-hakikat yang tersembunyi dari balik alam semesta.

Banyak sekali manusia yang diberikan kemampuan berpikir yang cukup tinggi, mampu menggali dan memahami alam semesta serta isinya, menandakan bahwa akal itu dipenuhi kemampuan yang luar biasa. Hukum aqal juga termasuk hukum yang lemah, karena Aqal bisa dikuasai oleh nafsu, terutama amarah, aqal juga bisa berubah dengan berbagai macam hal, karena lupa, gila, mabuk, setres, lelah dan sebagainya. Aqal juga tidak bisa menjangkau hal-hal yang diluar kemampuan aqalnya, karena ia dibatasi oleh sang pemilik aqal. Aqal bisa berubah sepersekian detik, bahkan perubahan aqal bisa lebih cepat seperti kecepatan cahaya. Percaya atau tidak rasakan!

Lemahnya hukum aqal karena ia plin-plan dan ia bisa di kendalikan oleh nafsu

  • Hukum Syara’ (Hukum Illahi)

Waktu itu aku duduk di pematang sawah, menahan lelah dengan sebilah arit dan karung sebagai wadah rumput agar sapi dikandang tak merasa resah, semilir angin menyapa rambutku, dengan tajamnya ia menembus pori kulit sampai kedalam sendi-sendi tubuh, diseberang sana nampak jelas menara surau tempatku mengaji, terdengar jelas suara adzan seorang santri dengan kerasnya memanggil untuk berjama’ah menunaikan shalat, aku mengabaikan kebiasaanku karena merasa lelah, aqalku nampak lemah kala itu aku dikuasai nafsu yang menjelma menjadi rasa capek ditubuhku, begitu lemahnya kebiasaanku, begitu egoisnya aqalku, sehingga aku mengabaikan hukum Illahi yang sudah memperingatkanku.

Hukum illahi itu tertulis tapi sukar dibaca, ia bersuara tapi tak mau didengar, Hukum Illahi adalah sebaik-baiknya hukum, ia tidak bisa dibodohi sekalipun kita membohongi diri sendiri, nikmat melebihi apapun yang paling nikmat didunia ini, ia adalah hasil dari kepasrahan jiwa, ketundukan sikap dan kepatuhan diri.

Hukum Syara’ (Illahi) adalah yang paling kuat, karena ia dibentuk oleh unsur-unsur yang kekal, ia melewati batas jaman, Tanjizi Qadim, Suluhi Qadim, Tanjizi Hadist, Qobdoh Awal, Tanjizi Hadist yang pertama, hanya dengan satu kalimat saja “Kun Fayakun”!!! (Taa’luq sifat Kalam), Hukum Adat dan Hukum Aqal wajib dihormati, karena Hukum adat dan hukum Aqal hanyalah alat untuk menjangkau Hukum Illahi. Jadi relakah kita menggantungkan diri dan jiwa kita kepada hukum yang lemah?

Hukum Syara’ itu indah jika kita menghormati Hukum Adat dan Hukum Aqal, mengerjakan Hukum Syara’ itu nikmat jika kita Ikhlas, karena ia hasil dari kepasrahan jiwa, ketundukan sikap dan kepatuhan diri

Sumber Kitab:

TIJAN ADDARURI

KIFAYATUL AWAM

AS-SANUSI

JAUHAR TAUHID

Semoga Bermanfa’at

Perjalanan Rasulullah SAW

Kitab Khulasotu Nurul Yakin : Tonggak sejarah perjuangan Rasul

Empat kejadian bersejarah di tahun pertama hijrahnya Rasulullah SAW

Saya ingin sedikit bernostalgia dengan apa yang saya pahami didunia persilatan, banyak sekali buku sejarah ataupun kisah para rasul yang bertebaran dimana-mana, baik itu dengan bahasa arab ataupun dengan bahasa latin, semua itu hanya untuk dapat dengan mudah dicerna dan dipahami oleh khalayak, terutama bagi saya. oleh karena itu saya ingin mengupas sedikit tentang kisah perjalanan beliau semasa hidupnya. Barangkali ada yang pernah “Ngalogat” (menterjemahkan) kalimat-kalimat bahasa arab dengan sandi ataupun kode-kode dan tanda baca. Nanti saya akan mengupasnya dalam materi yang lain.

Apa saja kejadian bersejarah di tahun pertama hijrahnya Rasul?

  1. Membangun Masjid |Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasul. Masjid merupakan tempat suci untuk beribadah kepada Allah SWT, masjid yang dibangun berlandaskan ketaqwaan kepada Allah SWT. Masjid adalah pusat perkembangan islam pada masa itu, masjid pula menjadi pusat perekonomian masyarakat islam, seharusnya. (Q.S. Attaubah:108).
  2. Adzan pertama dalam islam | Didirikannya adzan terjadi pada tahun pertama disaat hijrahnya Rasulullah SAW, Adzan adalah alat menyeru ummat muslim untuk melaksanakan ibadah shalat 5 waktu, dikarenakan pada saat itu ummat muslim sering lalai dalam menjalankan perintahnya. Adzan dikumandangkan pertama kali oleh sahabat rasul yaitu Bilal ibnu Rabbah (Bilal bin Rabbah). Adzan pada hakikatnya ialah panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah shalat. Oleh karena itu Adzan merupakan Syi’ar Islam yang harus dilaksanakan oleh ummat islam disaat masuknya waktu shalat.
  3. Adzan Fajar Ramadhan | Pada masa digelarnya adzan, Bilal mempunyai peranan penting, seringnya ummat muslim tertidur pada waktu itu, Bilal bersiasat dengan menambahkan kalimat “الصلاة خير من النوم” guna untuk mengingatkan ummat muslim yang sering tertidur akibat mengantuk, maka rasulullah SAW, menyetujui penambahan kalimat tersebut. Kemudian disaat datangnya bulan Ramadhan Rasulullah SAW memerintahkan adzan pada waktu pajar Ramadhan hingga dua kali, nah dari situlah ada istilah adzan awal dan adzan akhir. Adzan awal untuk memperingatkan waktu sahur dan adzan akhir untuk memperingatkan masuknya waktu subuh.
  4. Adzan Jum’at | pada awalnya adzan jum’at itu digelar hanya satu kali sampai kepada Khalifah Abu Bakar Assiddiq dan Khalifah Ummar ibnu Khatab, namun ketika masuk ke Khalifahan Usman bin Affan adzan jum’atpun digelar dua kali dengan alasan banyaknya ummat muslim pada waktu itu yang ingin ikut menunaikan ibadah shalat jum’at sehingga tidak tepat waktu dan banyak ummat muslim yang ketinggalan, maka dari itu Usman bin Affan berinisiatif pula untuk menambahkan adzan yang kedua kalinya pada hari jum’at, guna memberi kesempatan kepada yang lainnya untuk ikut berjamaah shalat jum’at. Jadi perbedaan tata cara dalam syi’ar islam itu sudah ada sejak masa para khalifah. “Itulah islam seiring perjalanan waktu islam semakin berkembang dan mudah dicerna oleh orang-orang awam, mungkin saja suatu saat nanti tata cara dalam syi’ar islam itu berubah disesuaikan dengan kondisi jaman. Yang suka Tahlilan dan tidak suka Tahlilan jangan ribut ya!!! Hehehe…. Mau pilih satu atau dua, mau pilih aku atau dia? Hehehehe ….

Itulah 4 kejadian besar pada tahun pertama hijrahnya Rasulullah SAW. Semoga menjadi motivasi untuk semua dan saling menghargai perbedaan dalam tata cara beribadah.

“Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW”

Rinduku Bergelayut Diatas Pohon Jambu

Ciherang , Karanglayung

Halaman rindu mengisi pos harianku, tertulis dengan jutaan warna semu, masa kecil tak kenal kerikil, masa kecil gemar usil, masa kecil memang tengil, gambaran itu selalu nampak dalam ingatanku.

Memori yang sangat indah, hari-hari yang cerah, tak kenal hujan, tak takut basah, kemarau panjangpun tak membuat kami resah. Setiap hari rasanya seperti hidup didalam dunia dongeng, penuh canda tawa, dan suka cita. Setiap sore sepulang sekolah, ia selalu mengajakku berkencan dengan rerumputan dipematang sawah. Ia tak bosan bergaul dengan anak-anak yang usianya jauh dibawahnya. Aku salah satu angkatan paling kecil dari semua anak-anak yang ikut bermain dengannya.

Seperti biasa kelopak mataku selalu tegang, menatap tajam kedua kakinya yang polos tanpa alas. Tanpa ragu ia membiarkan kedua kakinya menari-nari dengan rerumputan dan tanah yang basah, sesekali ia tertawa lepas menandakan jiwanya yang bebas tanpa ruas-ruas yang memisahkan dirinya dengan semesta.

“Hayu wang neangan heula eupan“.

Demikian celotehnya mengajak kami untuk mencari umpan di pinggiran sawah. Ajakannya selalu membuat anak-anak yang ikut bermain bersamanya seolah mendapat kegembiraan yang nyata.

Belut adalah salah satu komoditas yang paling menarik disaat masa tandur tiba. Anak-anak tak segan disepanjang sore menghabiskan waktunya untuk sekedar memainkan kail pancingnya. Lain halnya dengan generasi sekarang, yang semakin sibuk dengan gadgetnya masing-masing, ataupun bermain dengan alat permainan yang modern.

Panas memang kala itu matahari terasa membakar punggungku, tanpa ragu ia mengajakku mengambil buah jambu dari pohonnya. Ia tampak gesit naik keatas pohon sambil memetik jambu merah yang terlihat matang, sambil menggigit dengan lahap seolah menggodaku dari atas.

“Geuwat naek”.

Serunya, ia mengajakku naik keatas pohon tersebut.

Teu bisa ceng, sieun labuh”.

Aku menolaknya, karena aku belum bisa memanjat. Kemudian ia merentangkan tangannya dan menggenggamku dengan erat. Sembari memakan satu persatu buah jambu ia bercerita dengan nada yang rendah.

“Isukan mah moal bisa ulin bareng deui”.

Ia menjelaskan bahwa besok pagi dan seterusnya ia tak bisa mengajakku bermain kembali bersamanya. Sontak Aku nampak murung saat itu juga, rasa kecewa menghujam dalam dada, bahwa ia akan pergi meninggalkanku dan kampung halamannya untuk ikut bersama orang tuanya.

Sejak saat itu aku tak bisa lagi bertemu dengannya, entah kapan kami bisa lagi menghabiskan waktu bersama untuk menikmati masa-masa yang penuh dengan keceriaan itu.

Semoga Aceng dan keluarganya selalu diberikan kesehatan dan kelancaran untuk menjalani hari-harinya.

Bandung, 8 Nov 2019

Apa yang disebut niat?

Tidak ada satu kegiatan yang tidak diawali dengan niat, apalagi dalam praktek ibadah sehari-hari, penting bagi kita menguasai dan memahami semuanya. Bukankah mengamalkan praktek ibadah itu sesuai kemampuan? Betul. Tapi kita dituntut untuk mencari dan menggali, bahkan yang menjadi dosa itu disebabkan karena malas mencari dan menggali kandungan keilmuan yang telah Allah sebarkan dan titipkan kepada para hukama dan para ulama yang lebih tahu tentang keilmuan.

Nabi Muhammad mengatakan dalam sebuah hadistnya: طلب العلم فريضة علی كلّ مسلمين والمسلماة من المهدي الی اللهدی

“mencari ilmu itu diwajibkan bagi setiap muslim dan muslimah, dari semenjak ia lahir sampai ia dimasukkan kedalam liang lahat”.

untuk itu tidak ada alasan bagi kita, disetiap kesempatan yang kita miliki, dipergunakan untuk mencari ilmu. dijaman sekarang ini lebih gampang mencari pengetahuan baik itu dari internet, ataupun dalam buku-buku panduan tentang ibadah, apalagi jika kita menyempatkan waktu untuk pergi ke suatu majelis itu akan lebih baik, karena akan lebih gampang diserap. itu alasan pokok bagi kita untuk tetap menggali dan memahami tentang keilmuan.

Pengertian niat

menurut bahasa, niat itu adalah مُطْلَقُ القَصْدِ artinya berencana. Namun dalam ilmu fikih dijelaskan bahwa yang disebut niat itu adalah :

قَصْدُ شَيٍْْٕ مُقْتَرَناً بِفِعْلِهِ :

artinya : “bermaksud untuk mengerjakan sesuatu disertai pekerjaan tersebut”.

jadi dalam kata lain jika kita bermaksud mengerjakan sesuatu tapi tidak disertai gerak dan langkah maka itu tidak termasuk niat. bahkan itu salah dalam menerapkan niatnya, sedangkan jika kita salah dalam niatnya, kegiatan apapun yang kita kerjakan itu menjadi salah, apalagi dalam hal ibadah kita harus hati-hati dan teliti agar senantiasa merawat ibadah kita, karena kelak itu yang akan menyelamatkan kita dari jurang kerugian, diakhir nanti.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda :

انما العمل با النّيات وانّما لكلّْا امْرٍٔ منوی …..

artinya : “segala perbuatan itu tergantung niat”. Kelengkapan hadistnya bisa kita tinjau dalam beberapa kitab-kitab hadist. ataupun dalam penjelasan ustadz-ustadz yang lain.

Dimanakah kita menempatkan niat menurut aturan yang benar?

Niat itu ada tempatnya, sedangkan tempat niat itu ada dalam hati. Hati adalah tempat paling tepat, القلب ملك , Hati itu adalah raja, hati adalah pemimpin, yang senantiasa mengatur anggota tubuh kita, dari mulai kaki, tangan, mata, telinga dan yang lainnya.

Apa hukum membaca niat oleh mulut?

Jawaban imam Syafi’i dalam beberapa kitab ilmu fiqih, sepakat seluruh ulama ilmu fiqih mengucapkan niat oleh mulut itu hukumnya sunnat.

maka dari itu mulailah kita berbenah dari hal-hal kecil dalam kegiatan sehari-hari dari mulai berwudhu, shalat lima waktu, bahkan dalam kegiatan sehari-hari, niatkan pekerjaan kita dengan niat yang baik, agar selalu terjaga oleh niat itu sendiri. Niatkanlah shalat kita sesuai tuntunan shalat dan tuntunan syari’at, niatkan aktivitas kita hanya karena Allah semata, tidak karena hal-hal lainnya, apalagi oleh urusan dunia.

semoga kita selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan segala aktivitas ibadah kita. Aaamiin

4 Niat Menuntut Ilmu Dalam Metode Islam

Penting bagi seorang murid untuk menerapkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini, terutama bagi seorang muslim. Karakteristik, semangat juang, serta tidak putus asa dalam menuntut ilmu adalah hal yang perlu ditanamkan oleh seorang guru terhadap murid, baik itu disekolah maupun di asrama (Pondok Pesantren). Jika itu tidak diterapkan, bukan tidak mungkin akan berdampak buruk bagi murid itu sendiri, seperti hilangnya kewibaan seorang pengajar dan hilangnya rasa hormat murid terhadap gurunya itu adalah hasil dari menghilangkan nilai-nilai keislaman, Salah satunya adalah menanamkan niat.

  1. Ikhlas | Ikhlas dalam agama islam merupakan hal yang cukup berat, ikhlas bisa dikategorikan sebuah kerelaan untuk melakukan segala perbuatan, kegiatan yang tercakup dalam situasi dan kondisi tertentu, contoh: murid rela untuk diajari segala keilmuan, murid rela menerima materi yang disuguhkan, murid rela di tes ataupun diuji untuk diketahui sampai dimana kekurangan dan kelebihan murid itu sendiri. Pengajar juga harus ikhlas mengajarkan, tidak ada keterpaksaan, tidak ada keraguan serta tidak segan untuk menegur jika ada hal-hal yang tidak tepat dalam kegiatan belajar mengajar tersebut. Yang paling penting dalam lembaga islam adalah menerapkan ikhlas hanya kepada Tuhannya (Allah SWT).
  2. Menghilangkan Rasa Bodoh | untuk apa kita menuntut ilmu? Tidak lain hanya untuk menghilangkan kebodohan dalam diri kita, agar bisa selamat hidup didunia dan diakhirat. Sangat penting kita memahami keilmuan di segala bidang, terutama agama, aqidah adalah pondasi awal, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh rasul.
  3. Mengerjakan apa yang telah dipahami | tidak ada gunanya menutut ilmu jika tidak ingin mengamalkan atau tidak dikerjakan, banyak orang paham namun tidak sesuai dengan apa yang dipahami, entah itu karena takut, ataupun karena enggan mengerjakan.
  4. Membangun hidup dan kehidupan | tentunya ini tidak lepas dari agama, setelah kita paham dengan keilmuan, kita harus membangun diri kita dengan apa yang sudah dipahami, jika mampu membangun hidup dan kehidupan orang lain tentunya itu lebih baik. “Mengerti dengan ilmu tapi tidak mampu hidup dengan ilmunya laksana pohon yang tak berbuah”.

Semoga bermanfaat.

Sulbi

Aku adalah air, aku adalah api, aku adalah udara, aku adalah tanah, Aku adalah irama yang terngiang dalam telinga Sang Bunda, aku adalah kalimat yang terucap dari bibir Sang Bapak

Sadarkah aku?

Aku terlahir dari sebuah perjanjian antara ibu dan Bapak
Aku tercipta karena sumpah setia antara aku dan Sang Maha Pencipta

Q.S. Al-A’rof : 172

Hidup Itu Berpasangan

#pasangan , #hidup

man and woman holding hand walking beside body of water during sunset
Photo by Asad Photo Maldives on Pexels.com

Hidup didunia ini berpasang-pasangan, begitulah menurut hukum islam, demikian pula dengan penjelasan teori-teori para ilmuwan dibidang ilmu fisika dan lainnya.

*
Coba kita lihat awan diatas sana!!! Ia berjalan beriringan, dihempaskan angin dan menghasilkan hujan, matahari yang terbit setiap pagi mengahasilkan hangat, dan ketika siang hari pergi, muncullah bulan yang diselimuti oleh gelap malam lalu menghasilkan nuansa yang dingin, daratan dan lautan menghasilkan jarak yang membentang, begitupula air dan api, ia silih berganti menghiasi imajinasi. Ketika air berhasil memadamkan api logika kita selalu dibebani dengan kenyataan semu, seolah-olah air adalah lawan terberat bagi api, padahal air dan api adalah pasangan yang serasi, itulah Kalam, itulah ayat ataupun tanda-tanda kebesaran sang maha pencipta

*

Begitupula manusia dengan segala Fitrahnya, ia disempurnakan dengan akalnya, diwarisi dengan segala bentuk kemampuannya tanpa kita sadari Kalam dan tanda-tanda itu muncul disekujur tubuh manusia seperti denyut nadi yang tak pernah berhenti sebelum tiba waktunya, bahkan kedua kaki yang berjalan beriringan ia terlihat berlawanan tapi itulah kesempurnaan yang sesungguhnya, saya pernah berjalan dengan dua kaki yang sejajar dan searah, sungguh itu sangat sulit dilakukan, Sebut saja berjalan seperti Pocong (makhluk astral dalam metologi negeri +62) jangan dicoba !!!. Ataupun ayunan kedua tangan, tangan kiri kedepan dan tangan kanan kebelakang, jika disejajarkan itu sangat sulit dilakukan, jika kita mencobanya alhasil kita akan ditertawakan.

*

Lalu dimanakah pasangan kita? Mungkin saja ia sedang menunggangi kuda pacunya untuk melintasi lembah hidup, ataupun ia sedang menaiki sebuah perahu untuk berlayar mengarungi samudera kehidupan. Terkadang sepasang suami istri yang sudah mengucapkan janji suci dalam akadnya bisa berhenti ditengah perjalanan, apalagi dua sejoli yang sedang dimabuk asmara bisa berhenti kapan saja dan dimana saja.

*

Kesimpulannya “janganlah mencari sesuatu yang sempurna karena kesempurnaan itu adalah kekurangan itu sendiri, tapi carilah yang terbaik, agar bisa saling menyempurnakan”.

Nol besar

Terima kasihku

#Ikatankata

Pertama, saya berterima kasih kepada Kang Fahmi yang telah merespon tulisan saya di aplikasi wordpress. Seni menulis memang dibutuhkan kejelian, ketelatenan dan kegigihan, apalagi seorang penulis itu diperlukan kehati-hatian agar mendapatkan manfaat dan menginspirasi para pembaca. Bukan karena saya ingin menjadi seorang penulis, namun selain berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menulis itu bagi saya adalah jalan sunyi untuk “mengungkapkan keresahan, kegelisahan, sukacita, dan memberikan wawasan seluas-luasnya bagi para pembaca”.

*

Kedua, saya juga berterima kasih karena sudi kiranya telah merangkul dan mengajak saya untuk menjadi bagian dari anggota IKATAN KATA dan ikut berkontribusi didalamnya.

*

Ketiga, teruntuk semua anggota yang telah tergabung dalam komunitas ini, salam hormat dari saya semoga berkenan membimbing, mengajari dan mengarahkan saya yang nol besar ini untuk lebih baik lagi dalam menulis. Dan untuk yang belum bergabung silahkan Klik disini

*

Yang terakhir saya hanya bisa mengatakan, semoga komunitas ini menjadi wadah yang tepat agar kita menjadi lebih baik lagi.

Terima kasih !!!

Puisi Pagi

#puisipagi , #i

Jl. Yupiter Tengah – Bandung

Suara pentungan penjaga malam ini membuatku terbangun dari mimpi

Padahal aku hampir sampai di Turki Sungguh Aku benci malam ini


Baiknya kudengar petuah pak Kiyai
Agar bisa meredam emosi

Tapi kenapa malah semakin menjadi-jadi Kala nyamuk menyerangku bertubi-tubi

Kutantang saja mereka sampai pagi
Sambil kutuntaskan menulis puisi


-Puisi Pagi-

Indonesia Feat Turki

Queen Izmir – Gadis cantik dari Turki

“merhaba“. Malam itu Ia menyapa dengan wajah penuh harap

“Waalaikumsalam“. Dengan nada rendah saya menjawab tutur sapanya sebagai penghormatan saya seorang muslim.

Saya tertegun dengan sejuta tanya, siapakah gerangan malam-malam menghubungi saya melalui Video Call Via Whatsapp.

“Apakah kamu sudah lupa?”. Dia kembali mengajukan pertanyaan, dengan sedikit terbata-bata karena saya melihat dia sedang mencoba berbicara menggunakan bahasa Indonesia, sesekali dia menengok kelayar telepon genggam miliknya, rupanya ia sedang menggunakan aplikasi alih bahasa atau Google Translate.

*

Saya belum pernah menerima telepon dari perempuan asing apalagi ia dari luar negeri. Sambil mengerutkan dahi saya mengingat dan ternyata ia seorang wanita dari salah satu negeri favorit saya Turki dan sempat bertukar nomor telepon saat bermain game online

*

Bertahun-tahun saya mengamati sepak terjang negara tersebut dari media elektronik, sosial media terutama instagram. Sesekali saya melihat perkembangan ekonomi, sosial dan budaya mereka, bukan apa-apa suatu saat nanti saya ingin sekali mengunjungi kota tersebut, karena sangat kental sekali dengan sejarah.

*

Saya tahu untuk pergi kesana dibutuhkan uang yang sangat banyak, sekalipun saya bekerja keras sepertinya tidak mungkin untuk bisa mengunjungi negara tersebut. Lantas saya tidak perlu berkecil hati, apalagi berfikir mustahil untuk hal semacam itu, gugurlah iman seseorang. Karena kita di cap oleh Tuhan sebagai barang yang Mumkinat Maujud Dzat , yang diberikan kesempurnaan akal untuk berfikir, mengkaji dan mempelajari alam semesta.

*

Tak terasa 4 tahun lamanya sejak perkenalan itu, kita banyak bertukar fikiran, belajar bahasa, budaya, sesekali ia mengirimkan foto kesehariannya, foto keluarganya, sampailah pada puncaknya saya bertanya.

” Apa yang kamu tahu dan kamu sukai dari negara saya? . Sambil harap-harap cemas saya mendengar jawabannya.

” yang saya tahu dari kedua negara kita yaitu sejarah nenek moyang, dan yang saya sukai dari negaramu adalah kamu”. Sambil tertawa ia dengan lugasnya mengatakan hal semacam itu.

“Sejarah apa yang kamu tahu? . Saya semakin penasaran dengan pernyataan tersebut.

“Apakah kamu tahu sejarah Nabi Sulaiman?. Ia kembali mengajukan pertanyaan.

“Evet”. Saya menjawab dengan bahasa turki.

“Saya sangat ingin menikah denganmu dan tinggal di negaramu tapi saya malu, saya lebih tua 5 tahun dari kamu”. Ia menjelaskan dengan sangat meyakinkan.

“Hayir, kamu tidak akan mampu bertahan tinggal dinegara saya, dengan segala keterbatasan yang saya miliki, keadaan negara yang kisruh sosial dan budaya yang berbeda, saya tidak yakin kamu mampu melewatinya“. Saya menjawabnya agar tidak menyinggung perasaannya.

“Tidak masalah, saya akan mampu melewatinya, dan saya yakin itu, apakah kamu mau menikahiku?” . Ia kembali menegaskan.

*

Setelah 3 tahun saya tidak menjawab pertanyaannya tapi saya juga tidak mampu menolak ajakannya, mungkin inilah cerita singkat dua negara yang entah tahu akhir ceritanya seperti apa, hehehehe ….

Lanjutkan membaca “Indonesia Feat Turki”